Rabu, 10 Desember 2014

Belitung



Halloooooo! Here we come! Belituuuuung!

Landing pkl 07:20 pagi waktu setempat. Tour guide kami, Pa Saiful sudah menunggu di airport sejak sejam lalu. Berhubung masih terbawa suasana pagi hari, kami bersepakat menuju ke kota mencari sarapan, target kami warung Mak Jana yang bersebelahan dengan warung kopi susu Pak Ake di alun-alun kota.  Hmmm.. Ternyata tempat tersebut lumayan beken juga di Belitung, ketika kami tiba, di sana sudah rame dengan turis lokal yang juga sedang sarapan. Menu utama dan khas yaitu Mie Belitung, campuran mienya serupa dengan campuran mie mpek-mpek, pake irisan buah timun juga, bedanya mie yang ini tidak kecut.

Menikmati kopi Pak Ake tidak kalah serunya, sempat ngantri lama juga baru kebagian. Menyeruput dalam kehangatan yang pas! 

Tidak berlama-lama, sudah tak terbendung rasa penasaran kami ingin menjelajahi Belitung dan menapaktilasi sebagian dari lokasi shooting film Laskar Pelangi. Pkl 09 kami mengawali trip menuju replika SD Muhammadiyah Gantong di wilayah timur. Perjalanan sekitar 1 jam. Setelah Belitung dikukuhkan menjadi propinsi, maka kabupatennya terbagi menjadi dua yaitu timur dan barat.

Menurut cerita Pa Saiful, penduduk Belitung pada umumnya bekerja sebagai penambang Timah dan petani Lada Putih. Penambangan timah legal dibawah naungan PT. Timah, selain itu masuk kategori ilegal! Naahhhhh.. 

Satu kilo timah harga langsung dari penambang, berkisar idr 100 rb, demikian pula dengan 1 kg Lada. Namun perbandingan berat massanya adalah, satu kaleng susu kental manis timah setara dengan 1.5 kg, sedangkan 1 kg lada setara dengan 5 kaleng susu kental manis! Waktu panen lada adalah 1,5 thn. Kalau menanam lada atau merica menggunakan sistim steak bisa lebih lama, sekitar 2 thn, karena dijeda dengan pemotongan untuk tanam ulang.

Pkl 09:30 kami memasuki wilayah Timur Belitung. Kiri-kanan banyak perkebunan Kelapa Sawit yang kabarnya dikuasai oleh perusahaan Malaysia, loohhh!! 

Sepuluh menit kemudian, pkl 09:40 kami memasuki Kampung Lintang. Selanjutnya Kampung Langkang. Nahhh.. Nyampai dehh pkl 10:10 di replika SD Muhammadiyah Gantong. Hurrayyy! Hayok ke sana! 

Ahhh haaa! Takjub! Kami berada di salah satu tempat dimana spotnya merupakan bagian dari lokasi shooting Film Laskar Pelangi! Persis seperti yang terlihat di filmnya, bangunan sekolah terdiri dua ruangan berdinding kayu yang terlihat rapuh dan lapuk. Sangat menyedihkan bila mengingat dulu di suatu zaman, anak-anak bangsa ini pernah bersekolah di tempat serupa. 

Di samping bangunan replika SD tersebut ada genangan air sangat luas menyerupai danau, bekas penambangan timah yang sudah tidak terpakai menurut keterangan Pak Saiful.







Menuju destinasi selanjutnya adalah Museum Kata Andrea Hirata. Museum tersebut terdiri dari beberapa bagian ruangan dan bagian rumah dengan dinding separuh tembok separuh kayu, sangat jauh berbeda dengan museum pada umumnya. Di dalamnya ada serupa warung kopi tradisional yang menyediakan kopi dan panganan tradisional pula. Di dinding terdapat berbagai macam photo 
pemeran Film Laskar Pelangi dan untaian kata baik berupa puisi ataupun sepenggal quotes Andrea Hirata. Di beberapa sudut terdapat sepeda ontel dan ornamen tradisional lain. Ada juga beberapa
koleksi buku sastra dan beberapa majalah.











Puas berkeliling dalam museum, kami melipir sebentar ke rumah Pak Ahok yang terletak tidak jauh dari Museum, berkeliling sambil melihat ibu2 membatik dengan motif khas Belitung. Rumah asri dengan beberapa security berjaga-jaga di depannya. Katanya di dalam rumah gede itu hanya ada ibunya Pak Ahok.

Selanjutnya pkl 11:14 kami menuju Kota Manggar. Perjalanan sekitar 30 menitan. Ini sudah tengah hari, otomatis harus recharger hp (idem dengan perut yang sudah keroncongan), agar tidak ketinggalan momen. 

Setelah dari Manggar rencananya ke Pantai Serdang untuk bermain air dan lunch bareng. Mau nyobain ikan khas Belitung yaitu ikan Katarap bumbu Gangan, mirip2 katarak yaps?! 😜

Sampai ke pusat kota Manggar! Lewat ajahhhh.. Cuss lanjut menuju Pantai Serdang, sambil Pa Saiful izin melaksanakan sholat Jumat.







Hmmm... Harga satu kepala ikan Katarap adalah idr 130 rb, setara dengan satu ekor ikan Kakap Merah. Mengingat kesepakatan adalah keputusan tertinggi, kami akhirnya memesan Kakap Merah. Bumbu gangannya lumayan khas, mirip dengan menu ikan bumbu kuning Makassar, bedanya bumbu gangan menggunakan jahe.

Destinasi selanjutnya Pantai Lalang atau Nyiur Melambai. Ternyata Pantainya tidak jauh berbeda dengan Pantai Serdang. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung
Tinggi, konon merupakan salah satu pantai terindah di Belitung.

Pkl 15:15, Desa Tanjung Tinggi Tinggal 400 m lagiiii.. 😱😱 Eurekaaa! Huaahhh kami tiba di Pantai 
Tanjung Tinggi! Kereenn binggo! Kalau saya bilang sih susunan dan potongan beberapa batu gedenya mirip-mirip pemandangan Raja Ampat yang sering muncul di postingan travel agent. 😉 
Berbagai macam bentuk & model batu segede bagong ada di sana. Kami meniti dari satu batu ke batu raksasa lainnya. Merasakan sensasi berbeda ketika berhasil mencapai puncak batu besar dan tinggi!









Pkl 16:35 kami berpindah menuju Bukit Berahu (perahu). Waktu tempuh hanya sekitar 10 menitan. Berharap momen sunsetnyalah yahhh. Kami melewati Kampung Bugis dan Desa Tanjung Binga. Puas bermain di Pantai Bukit Berahu, menunggu sunset yang tidak kunjung sempurna, hanya berupa pendaran jingga, kami nge-close trip hari ini dengan photo tiduran melingkar di pasir pantai. Ritual photo yang khas disamping photo melompat sambil teriiaakkk! 









Pkl 17:30 waktunya check in penginapan, bersih-bersih untuk bersiap berburu menu & spot dinner yang top markotop! Waktu tempuh ke penginapan sekitar 30 menit. Penginapannya Belitung Inn lumayan kerenlah untuk ukuran Guest House. Kami ditempatkan di dua kamar berebeda namun bersebelahan. Di sekitar penginapan lumayan ramai dengan ruko-ruko makanan, swalayan, toko tas dan pakaian sampai ATM ada di sini.

Namun kami memutuskan dinner di Pantai Tanjung Pendam, warung Bang Pasha pada pkl 19: 25. Sayang pantainya lagi surut sehingga tampak kering. Harus berjalan cukup jauh untuk mencapai air pantai. Ya sudahlah, mari kita berburu kuliner saja. Menunya Ikan Baronang bakar dengan dua macam bumbu, yaitu bumbu kuning dan bumbu kecap. Ditambah dengan oseng sawi udang dan goreng cumi tepung. Nom..nom.. 😀😄

Alhamdulillah, beres urusan perut, kami balik ke penginapan, beristirahat mempersiapkan fisik untuk perjalanan wisata besok, hari kedua.


Morniiing!!
Bangun pkl 05:00. Minum makan sereal, setelah itu breakfast. Hmm.. Nasi kuning, ayam goreng, mie soun dan telor dadar iris tipis! Menu sederhana di pagi hari cerah! 

Beres sarapan, saya minta pindah kamar, berhubung semalam, lampu di kamar kami 211 tiba-tiba padam, setelah dikonfirmasi ternyata teman sekamar tidak mematikan dan malam itu tidak mati lampu pula. Sebelumnya teman di kamar 212 juga sudah pindah ke kamar yg lokasinya lebih kedepan, lebih dekat dengan resepsionis. Kami dipindahkan bersebelahan kamar, 205.

Sambil menunggu Pak Saiful menjemput salah satu rombongan yang bergabung pagi ini, kami duduk santai di lobby penginapan.

Beberapa tamu lain sudah mulai berangkat melanjutkan kunjungan wisata mereka ke pulau-pulau indah sekitar Belitung.

Tujuan pagi ini ke Pantai Lengkuas untuk melihat sekaligus manaiki Mercusuar 18 lantai, waooww!! Menyeberangi pulau via Pantai Tanjung Kelayang. Tujuan hari ini antara lain Pulau Lengkuas, Pulau Batu Belayar dan Pulau Kepayang. Ketiga pulau tersebut berada di Belitung bagian Barat. Melewati desa Tanjung Binga lagi pada pkl 08:00.  











Huaahhh!! Snorkeling! Senang banget akhirnya kami nyemplung dan melihat berbagai terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang berebut memakan roti yang sengaja kami bawa. Naik ke batu super besar di tengah laut, dadah-dadah dengan rombongan lain  yang berada di sekitar situ.
Puas bermain dengan ikan dan menyaksikan terumbu karang, kami merapat ke Pulau Lengkuas. Mercusuar! Tadinya kami tidak yakin bisa sampai ke puncak mercusuar, tapi ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, kami semua sukses sampai ke puncak! Done! Pemandangannya luar biasa dilihat 
dari atas menara!














































Pulau Kepayang adalah destinasi kedua kami hari ini. Di pulai ini kami tidak berlama-lama, karena masih harus ke satu pulau lagi. Makan siang di cafe Pulau ini rasanyaaaa.. lamaaaaa!! Menunggu menu terhidang hampir selama satu jam. Positifnya, kami bisa recharger gadget.




















Selanjutnya menuju Pulau Batu Berlayar. Dinamakan Pulau Batu Berlayar karena ada bongkahan batu bejejer serupa susunan layar perahu. So Amaziing! Dari pulau ini balik ke Pulau Tanjung Kelayang, kami melewati Pulau Garuda. Batunya serupa kepala Garuda.

Pkl 16:00... Haiiii!!! Hari ini balik lagi ke Pantai Tanjung Tinggi, merupakan salah satu spot shoot Laskar Pelangi juga niy! Balik ke sini karena ada teman ngetrip yang baru bergabung. Oke, biar seru, ikutan photo-photo lagi ajah dengan outfit yang berbeda dong!























Cabut menuju ke tempat belanja oleh-oleh sekitar 16:30. Perjalan sekitar 25 menit. Sambil mikir mau beli apa yah? 

Melewati Desa Terong, 400 m 16:40. Perkampungannya lumayan ramai, tidak seperti sebelumnya yang berasa sepiiii. Hmm.. ada surau kecil di seberang jalan yang kami lalui. Kemudian Desa Batu Itam 400 m. Kali ini kiri kanan lebih sepi. Banyak pepohonan rindang. Desa Air Saga 400 m.
Rupanya setiap 400 m, kami melalui desa berbeda. Rumah- rumah penduduk masih banyak variasi kayu dan tembok. Terkadang masih terdapat rumah panggung kayu meski tidak terlampau tinggi. 

Xoxoxo, mampir ke toko kaos dan souvenir sudah, mampir ke toko snack juga sudah. Segala kerupuk, terasi, kaos & souvenir lucu sdh kebeli. Wuiihh... Lapeerr! Yuk ahhh cap cuss ke Diva cafe. 

Okaayyy! Bismillah for today, kami berangkat menuju Pulau Membalon, last destinasy sebelum balik ke Jakarta. Perjalanan sekitar 30 menit. Teluk Gembira dan Pantai Penyabong, diperjalanan melewati hutan jati, hutan karet, hutan pohon sengon (bahan baku tripleks) kebun kelapa sawit, lada putih nan sepi gitu, tapi jalanannya mulus teraspal dengan rapih bertemu aneka satwa seperti ayam burung, monyet-monyet kecil, dan anjing penjaga.







































Wiuiiihhh! Indaahh bangeett! Satu teluk dan satu pantai yang juga dipenuhi dengan tebaran batu-batu besar kelar sudah kami kunjungi. Waktunya berangkat ke airport, yeayyy!









Desa Lassar 400 m, pkl 09:57. Tidak lama kemudian hujan turuuunn!! Walaupun udara mendung kerap menghiasi langit Belitung sejak kedatangan kami di hari pertama, namun hujannya baru benar-benar turun sekarang. Udara dingin karena hujan dan pendingin mobil menyatu menimbulkan hawa dingin menusuk membuat batuk pilek saya semakin berasa. Jaket mana,  jakeeett manaa?!! *bukan di Jonggolkan?! 😳😳

Tiba di airport pkl 11 lewat, langsung check in, sambil menunggu waktu boarding kami sepakat untuk cari makan. Berhubung ini adalah bandara kecil, yakalee yang kami temukan di sekitar ruang boarding hanya mie instant saja. Yah iyalah suka ga suka pesen ajalah yahh. Rasa mie instantnya aneehhh! Sepertinya karena tidak direbus dengan air yang mendidih sempurna. It's okelah yahh.. Lagi lapar iniihhhh...

Pkl 12 siang kami boarding, merapikan sabuk pengaman, cari posisi nyaman, tiduurr. Lumayanlah 48 menit penerbangan dari Tanjung Pandan menuju Cengkareng. Goodbye Belituuuung! 

Berikut beberapa view di atas pesawat ketika akan landing di Cengkareng. :))

















Info tiket ke Belitung per 5 - 7 Desember 2014:

Berangkat: Sriwijaya Air – SJ-050, 
Jakarta                                                                                                  
Soekarno Hatta Intl (CGK)                                                        
Berangkat 06:20 (terminal 1b)

Tanjung Pandan
H. AS Hanandjoeddin (TJQ)
Tiba 07:20

Kembali: Garuda Indonesia – GA-285, 
Tanjung Pandan                                                                                              
H. AS Hanandjoeddin (TJQ)                                                      
Berangkat 12:20

Jakarta
Soekarno Hatta Intl (CGK)
Tiba 13:25 (terminal 2F)                                                                 

Total harga tiket, airport tax dan taxi pp Kreo - Soekarno Hatta via tol: 1,7 jt.

Biaya akomodasi dan transportasi sebesar 1 juta untuk keberangkatan satu tim minimal 6 orang, belum termasuk biaya makan, kecuali sarapan yang telah disiapkan oleh penginapan.
     

See u in the next triiippppp!!!

@milaandi