Selasa, 23 Desember 2014

PUBLIC SPEAKER


A.      Emotional  Intellegence
Daniel Goleman menyatakan bahwa seorang anak lahir ke dunia dengan membawa berbagai kecerdasan. Menurutnya, IQ hanya menyumbang 20% terhadap kesuksesan seseorang di dalam kehidupan. Selebihnya 80% disumbangkan oleh kecerdasan lain, termasuk kecerdasan emotional (EQ). Sementara tolok ukur kecerdasan atau kepintaran seseorang umumnya didasarkan pada IQ, bukan EQ!
Neff dan Citrin dalam bukunya Lesson From The Top (1999), mengungkapkan bahwa ada 10 rahasia sukses 50 orang terkaya dan sukses di dunia, tak satupun merupakan bagian hard skill. Semuanya merupakan kemampuan soft skill, diantaranya semangat, kemampuan berkomunikasi, berpikir analitis, motivasi dan energi, dukungan keluarga, pengalaman serta sikap positif dan berfokus pada perkataan dan pikiran yang benar.
Soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain termasuk dengan dirinya sendiri. Hal tersebut salah satu yang sangat berpengaruh adalah kemampuan berkomunikasi dalam hal ini berbicara di depan umum atau lebih dikenal dengan public speaking.

B.      Public Speaking
Secara sederhana public speaking dimaksudkan sebagai kemampuan berbicara  di depan umum, baik dalam kapasitas kecil maupun besar. Ada tiga hal penting dalam berbicara, yaitu:
·         Siapa yang menyampaikan
·         Bagaimana hal itu disampaikan
·         Apa yang disampaikan
Public Speaking berkaitan erat denga retorika, contoh adalah berpidato persuasive seperti presentasi ataupun tutorial. Menyampaikan materi layaknya sedang berkomunikasi timbal-balik dua arah, bukan sedang berbicara sendiri, walaupun kenyataannya tidak demikian.

Aristoteles mengidentifikasikan unsur dasar pidato yaitu:
Ethos     : Kredibilitas dan kepercayaan. Pembicara harus memiliki kredibilitas dan mampu membangkitkan kepercayaan penerima pesan.
Logos    : Logika. Materi presentasi disusun dan dipresentasikan berdasarkan logika.
Phatos  : Daya tarik emosional. Megupayakan agar pembicara memiliki daya tarik emosional agar dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan.

Marcus tallies Cicero (106,43 SM) mengembangkan lima hukum retorika, antara lain:
1.       Penemuan
Mengadakan riset informasi yang berkaitan dengan topic,
2.       Penyusunan
Disusun kedalam struktur presentasi (introduction, body, conclusion),
3.       Gaya Berbahasa
Pemilihan bahasa disesuaikan dengan karakteristik audience. Misalnya menyesuaikan dengan bahasa atau dialek daerah tertentu di mana kita melakukan presentasi atau acara,
4.       Memori
Mengingat informasi yang telah disusun,
5.       Penyampaian
Menggunakan gerak tubuh, intonasi, ekspresi dan volume yang tepat.


Komponen Penting Public  Speaking:
1.       Penyampaian pesan; meliputi teknik vocal dan verbal
2.       Pesan yang disampaikan; harus singkat, padat, dan mudah dicerna
3.       Penerima pesan; harus cerdas dalam analisis psikologi dan demografi
4.       Media pesan; seperti grafis, photografi, audio, dan lingkungan
5.       Umpan balik; mencermati bahasa tubuh penerima pesan, antisipasi apabila mereka bosan, ngantuk, atau cemas dll.


Presentasi
Berikut empat macam bentuk Public Speaking dalam presentasi umum, yaitu:

1. Manuscript (naskah)
Naskah bisa berasal dari penyelenggara acara ataupun dibuat oleh pembicara sendiri. Cara ini menghindarkan pembicara dari kewajiban menghafal isi materi, menghindarkan salah mengucapkan kalimat. Namun dengan cara ini akan cenderung membuat pembicara menjadi kurang komunikatif.
 
2. Memoriter (hafalan)
Walaupun pembicara telah menyusun naskah, namun naskah tidak dibawa untuk dibaca pada saat penyampaiannya. Hukum alami mengingat yaitu kesan, pengulangan dan asosiasi (menghubungkan antara satu hal dengan hal lain). Cara ini berpotensi membuat ada bagian yang terlupakan, disamping konsentrasi pembicara akan terpecah antara hafalan dan fokus pada penerima pesan.

3. Ekstempore (persiapan poin penting)
Membuat catatan kecil poin-poin penting sebagai patokan agar lebih sistematis dan terstruktur.

4. Impromptu (dadakan)
Tidak ada persiapan naskah, hafalan ataupun catatan poin-poin penting atau garis besar materi. Cara ini terkesan sulit, namun bila dilakukan oleh pembicara mahir, akan terasa lebih menarik dan hidup

Struktur Pesan
1.       Introduction
Umumnya diawali dengan salam, mengucapkan rasa syukur, menyapa hangat, perkenalan & kesempatan untuk berpromosi (produk atau jasa berkaitan dengan materi atau sponsor). Patut pula disinggung tentang tujuan bersama berkumpul di tempat tersebut, kemukakan gambaran topik dan agenda utamanya. Namun tetap membangkitkan rasa ingin tahu agar penerima pesan antusias sepanjang penyampaian materi.

Setiap detik ada 11 juta bit informasi masuk ke panca indra seseorang, sementara dia hanya akan memproses sekitar 40 informasi. Oleh karena itu penting untuk menarik perhatian penerima pesan pada kesempatan pertama dengan teknik pembukaan yang menarik.

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut tiga alasan utama mengapa teknik pembukaan sangat penting dalam presentasi:

·         Menarik perhatian
Dengan maksud  agar penerima pesan fokus sehingga mudah memasukkan informasi,
·         Mencairkan kekakuan
Lima menit pertama merupakan penentu lancar tidaknya presentasi,
·         Memberikan informasi
Penerima pesan akan mendapatkan informasi dari pembukaan yang disampaikan.

2.       Body
Isi atau inti dari materi itu sendiri, klimaks dari pertemuan disertai dengan feedback berupa tanya jawab singkat menyesuaikan dengan waktu. Ada beberapa poin yang dapat diterapkan dalam rangka membawa penerima pesan kepuncak:
·         Penekanan poin penting
·         Mengulang-ulang
·         Pengaturan besar kecilnya volume
·         Intonasi tinggi rendah
·         Diksi, pilihan kata atau gaya bahasa
Gunakan pula teknik 5W + 1H untuk mempermudah penyusunan isi atau inti materi. Jangan lupa untuk membuka sesi tanya jawab sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap materi yang telah dibawakan atau dipresentasikan untuk menyempurnakan pemahaman penerima pesan.
3.       Coclusion
Review poin-poin utama kemudian akhiri dengan ucapan terima kasih, selipkan kembali promosi ringan dan salam penutup. Setelah menampilkan pembukaan yang mengesankan, tugas akhir seorang pembicara adalah membuat penutupan yang berkesan pula.

C.      Public Speaker
Berbicara di depan umum adalah seni yang dapat dipelajari. Sementara tidak semua orang mampu berbicara atau mengutarakan pendapatnya di depan umum, padahal bisa saja dia memiliki pemikiran hebat! Kemampuan dan keberanian olah kata dan kalimat menjadi sangat penting agar pesan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan.
Bangunlah kepercayaan diri, karena keraguan hanya akan menjadi penghambat dalam mencapaian kesuksesan secara umum. Jangan sampai meninggalkan rasa yakin di dalam rumah, bawa dan gunakanlah untuk tujuan positif. Yakinkan diri bahwa ‘Saya Mampu!’ dan ‘Saya bisa!’
Berikut beberapa hal yang wajib dimiliki seorang pembicara:
·         Percaya diri, menguasai materi secara maksimal
·         Mempunyai sudut pandang baru, mengambil titik pandang yang tidak terduga pada hal-hal umum
·         Menjadi sumber informasi dengan memiliki wawasan luas, memikirkan dan membicarakan isu-isu dan beragam pengalaman diluar kehidupan sehari-hari
·         Antusias, menunjukkan minat besar terhadap materi yang disampaikan
·         Bersikap ramah dan hangat, agar mudah diterima Memiliki rasa ingin tahu yang besar
·         Rasa empati, terutama dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan materi
·         Kemampuan mensugesti dengan mempunyai gaya khas menyampaikan pesan mereka sendiri-sendiri.

Ada empat tantangan seorang pembicara, yaitu:
1.       Menghalau rasa takut
Pembicara harus bisa menghilangkan rasa takut agar bisa tampil optimal. Lima menit pertama akan sangat menentukan lancar apa tidaknyadi menit selanjutnya. Berikut tips-tips untuk mengatasinya:
a.       Latihan sebelumnya di rumah seperti di depan cermin, pada saat mandi bahkan pada saat berkendara, bahkan lakukan presentasi di depan orang-orang terdekat untuk mendapatkan koreksi atau masukan-masukan bermanfaat dalam rangka pemantapan.
b.      Penyesuain diri dengan datang lebih awal agar ada waktu untuk beradaptasi sekaligus mericek segala persiapan.
c.       Pernapasan
Hindari kondisi kekurangan oksigen dengan tidak melakukan pernafasan dada. Yang tepat adalah, menarik nafas dalam-dalam dengan hidung dan gunakan pernafasan perut.
d.      Bahasa tubuh
Mengarahkan pandangan ke depan, tersenyum, sikap berdiri tegak.
e.      Pemanasan
Lakukan pengulangan materi sebelum berbicara di depan umum agar membantu lebih memahami materi.

2.       Membuat penerima pesan fokus
Hindari suara monoton, mimik datar, gesture pasif agar penerima pesan tertarik dan fokus. Pada saat berbicara hendaknya menatap mata penerima pesan satu persatu. Buat kesepakatan saling menguntungkan mengenai aturan sederhana selama presentasi agar tercipta simbiosis mutualisme. Diantaranya tidak ada bunyi handphone atau gadget lain, tidak ada makanan kecuali saat break, tidak melakukan gerakan mengganggu seperti keluar masuk ruangan selama penyajian materi berlangsung. Dengan demikian pembicara dapat menyampaikan pesan secara maksimal dan penerima pesan mendapatkan pesan yang bermanfaat.

3.       Membuat penerima pesan mengingat
Mengupayakan agar penerima pesan mengingat pesan yang disampaikan. Hal yang mudah membangkitkan daya ingat adalah musik/lagu, parfum, dan photo. Poin-poin tersebut merupakan penghubung yang akan membantu mengingat. Lebih luas lagi adalah dengan trik games, humor, dan cerita.

4.       Membuat penerima pesan melakukan
Penerima pesan secara sadar memutuskan untuk melakukan atau mengaplikasikan apa isi pesan yang telah disampaikan.

Ada 4 cara dapat ditempuh dalam membangkitkan minat penerima pesan:
1.       Visual 55%
·         Membuat slide presentasi,
·         Berpenapilan menarik from head to toe dengan mengenakan outfit dengan warna-warna menenangkan. Hindari terlalu banyak warna dan detail, terutama warna-warna terang,
·         Gesture haruslah meyakinkan, tidak ragu-ragu maupun grogi.
Menurut Tantowi Budiman dalam bukunya Seni dan Teknik Berbicara Kepada Siapa Saja, kapan Saja, dan Dimana saja (2010;85): bahasa tubuh mempunyai tiga manfaat utama yaitu menggantikan kata-kata, menguatkan kata-kata dan menunjukkan suasana hati atau sikap tertentu.
Oleh karena itu dibutuhkan pengaturan mimik seperti tersenyum, karena senyum merupakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siapapun. Senyum adalah sebuah pelukan verbal dan merupakan bahasa ampuh dan universal. Sebaliknya, jangan lupa mengerutkan kening pada saat serius. Berdiri tegak rileks tidak menyandarkan diri, tenang dan nyaman, menatap lurus memberikan kontak mata tidak menunduk.

2.       Audio 38%
·         Tekanan atau intonasi nada, tarik ulur tinggi rendah nada akan memberikan daya tarik khusus
·         Artikulasi pengucapan huruf dan suku kata harus jelas tidak boleh tertelan apalagi menimbulkan bunyi sengau,  
·         Back sound/music lounge yang menenangkan, misalnya sebelum presentasi dimulai dan pada saat coffe break
·         Pengaturan pengeras suara yang prima, tidak tersendat atau timbul tenggelam, volume tepat, jarak antara mulut dan mic, serta jumlah mic sesuai yang dibutuhkan.

3.       Verbal 7%
Tempo cepat dan lambatnya berbicara, pemilihan kata formal sehingga mudah diingat, tidak terlalu banyak mengadaptasi bahasa gaul meskipun bisa menyelipkan beberapa kata untuk menyesuaikan dengan usia penerima pesan

4.       Kinestetik 5%

Konsentrasi, dapat diwujudkan dengan tidak menimbulkan suara lain seperti bunyi gadget, tidak ada kegiatan makan pada saat materi dan tidak melakukan gerakan-gerakan diluar konteks. Selanjutnya adalah perasaan, direfleksikan dengan cerita/contoh kasus dan ice breaking.

D.      Penerima Pesan
Tipe audience/ penerima pesan:
1.       Sheep, hanya berfokus dari apa yang anda katakana. Tidak senang menunjukkan kemandirian dan kreativitas. Lebih sulit menemukan pertanyaan berkaitan dengan materi. Mereka hanya berbicara untuk mengemukakan rasa setuju terhadap satu hal.
2.       Hotshot, percaya diri dan nyaman. Fokus pada apa yang menjadi goals mereka. Senang berdiskusi dan berpartisipasi. Mudah bersahabat dengan pembicara, cepat belajar dan sering mengajukan pertanyaan menantang untuk menggali pembahasan lebih mendalam dalam memperjelas pemahaman mereka.
3.       Clown, senang berinteraksi. Cerewet dan sering mengajukan pertanyaan hiburan.
4.       Sniper, mengawali dengan sikap sinis dan permusuhan. Sering mencari kesempatan untuk menyampaikan kritik atau sekadar menunjukkan keahlian mereka.
5.       Snowman, kurang percaya diri. Sebenarnya mereka mempunyai keinginan untuk berhubungan dengan pembicara, tapi mereka takut dan merasa pembicara sebagai sosok penting.
6.       Black Cloud, memiliki bahasa tubuh negative. Contohnya mengerutkan kening, menatap tapi tidak fokus, dan memperlihat gesture resahlainnya.
7.       Unwanted Panelis, merasa mempunyai pengetahuan tentang materi. Seringkali mencoba menambahkan materi dengan mengajari penerima pesan lain. Mereka dengan senang hati menjawab ketika ada pertanyaan dan menambahkan penjelasan sangat panjang melebihi yang semestinya.
Dengan mencermati berbagai tipe penerima pesan diatas, akan membantu untuk mempersiapkan solusi tepat dalam menghadapainya.


Pustaka

Ongky Hajanto, 2012, Public Speaking Mastery, Gramedia Pustaka Utama

Nova Angga Saputra, 2013, The Secret Of Smart Speaker, Soulmate Book

Hegar Pangarep, 2011, 102 Tips Kilat Public relations, Media Pressindo



t. @milaandi
f. Andi Karmila Mahafatni
ig. andikarmila


Email: